Kuliner Khas Ponorogo

1.Dawet Jabung
Dawet Jabung
Dawet Jabung sebelumnya dirintis oleh keluarga Bu Aminah, kemudian dilanjutkan oleh anaknya Sumini. Sekarang cucunya Muntamah.
Namun, yang jualan dawet jabung bukan hanya keluarga Bu Sumini. Tetangganya juga mengais rezeki dari jualan dawet.

.
Minuman ini disebut dawet jabung karena memang berasal dari Desa Jabung, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Disini ada banyak sekali penjual es dawet jabung yang bisa Anda temui dan juga sudah dikenal masyarakat lokal maupun wisatawan luar daerah. Harga yang ditawarkan sangatlah murah per mangkuk kami hanya membayar Rp. 2.500,-. Sedangkan satu gorengan hanya dikenakan Rp.500,-
Sumber: http://ceritanjung.com/es-dawet-jabung-ponorogo-minuman-khas-ponorogo

2. Jenang Mirah
Jenang Mirah

Jenang jika didaerah lain dikenal didaerah sebagai Dodol, adalah makanan yang terbuat dari beras atau ketan yang dimasak dengan gula merah dan santan kelapa. Sedang nama “Mirah” sendiri merupakan nama orang yang merintis usaha pembuatan dan penjual jenang dari Desa Josari Kecamatan Jetis Ponorogo.
Usaha pembuatan jenang oleh Mbah Mirah sudah dimulai sejak tahun 1955. Saat itu Mbah mirah menjajakan jenang dari pasar ke pasar dan dari stasiun ke stasiun (Pada sekitar tahun 1955 – awal 80, jalur kereta api Ponorogo-Madiun masih aktif).Siapa nyana usaha tersebut berkembang dan lestari sampai sekarang. Bahkan mendatangkan berkah perekonomian bagi warga Josari yang sekarang terkenal sebagai sentra industri “jenang Mirah”.
Jenang mirah yang berwarna coklat kehitaman dengan taburan wijen itu terkenal dengan rasanya yang manis, legit dan aromanya yang harum. Hal ini tidak lepas dari penggunaan bahan alami yang bermutu dan tanpa campuran pengawet. Selain itu, cara memasaknya yang masih memakai kayu itu, menambah cita rasa khas gurih dan harum jenang mirah.
Meski tanpa pengawet, Jenang mirah dapat bertahan selama 7 hari untuk jenang yang terbuat dari ketan. Sedang untuk jenang beras hanya mampu bertahan selama 3-5 hari, dan untuk jenang campuran beras dan ketan mampu bertahan selama 5-7 hari.
Maka tak heran jika pada hari-hari biasa jenang mirah selalu laris. Apalagi pada saat libur lebaran jenang mirah selalu banyak diburu oleh penggemarnya baik dari dalam maupun luar kota Ponorogo. Selain karena kelezatannya jga harganya cukup terjangkau oleh berbagai kalangan.

https://dwivablog.wordpress.com/2016/11/14/jenang-mirah-ponorogo/

3. Sate Ponorogo
Sate Ayam Ponorogo

Sate Ponorogo adalah jenis sate yang berasal dari kota PonorogoJawa Timur. Daging ayamnya sendiri sangat empuk dan bumbunya meresap. Sate Ponorogo berbeda daripada Sate Madura yang populer. Perbedaannya adalah pada cara memotong dagingnya. Dagingnya tidak dipotong menyerupai dadu seperti sate ayam pada umumnya, melainkan disayat tipis panjang menyerupai fillet, sehingga selain lebih empuk, gajih atau lemak pada dagingnya pun bisa disisihkan. Sate daging ayam dapat disajikan bersama dengan sate usus, kulit, dan telur ayam muda. Perbedaan berikutnya adalah sate Ponorogo melalui proses perendaman bumbu (di"bacem") agar bumbu meresap ke dalam daging.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tempat Wisata Di Ponorogo