PONDOK PESANTREN DI PONOROGO
1.pondok pesantren al-islam Joresan
Pondok Pesantren Al-Islam adalah sebuah pesantren yang berkedudukan di desa Joresan kecamatan Mlarak kabupaten Ponorogo. Didirikan pada tahun 1961 oleh MWC NU Mlarak. Memiliki unit pendidikan Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP), Madrasah Aliyah (setingkat SMA), dan SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan.
Daftar isi
Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Al-Islam
Berdirinya Pondok Pesantren Al-Islam yang berlokasi di desa Joresan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo Jawa Timur dilatar belakangi oleh keadaan krisis kualitas kehidupan umat Islam Indonesia khususnya di Ponorogo pada tahun enam puluhan. Pada masa itu sarana pengembangan kehidupan umat Islam, kaderisasi umat Islam, dan anak-anak putus sekolah sebagai akibat dari keterbelakangan dan kemiskinan yang masih melingkupi kehidupan sebagian besar masyarakat Ponorogo, terutama yang tinggal di daerah pedesaan.Meskipun di Ponorogo telah lama berdiri beberapa lembaga pendidikan Islam yang berpaham Islam Modernis, namun keberadaannya terlanjur dianggap sebagai tempat menuntut ilmu kaum priyayi yang tak terjangkau Wong Cilik, sehingga keterbelakangan dan kenihilan ilmu pengetahuan masih juga memprihatinkan.
Kondisi tersebut menggugah kepedulian ulama yang tergabung dalam Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Kecamatan Mlarak untuk ikut serta memerangi keterbelakangan pendidikan dalam masyarakat. Dalam pertemuan MWC-NU kecamatan Mlarak pada waktu itu diketuai oleh KH. Imam Syafaat kepedulian tersebut dirumuskan dalam agenda rapat yang membahas pendirian sebuah lembaga pendidikan Islam tingkat menengah di Kecamatan Mlarak.
Kemudian untuk lebih menguatkan Visi, Misi dan tujuan didirikannya lembaga pendidikan Islam tersebut diadakan pertemuan ulang sebanyak dua kali. Yang pertama di rumah KH. Hasbullah desa Joresan Mlarak yang bertepatan dengan peringatan Haul Almarhum Kyai Muhammad Thoyyib pendiri desa Joresan. Pertemuan yang kedua di rumah salah satu tokoh NU Mlarak KH. Abdul Karim dari desa Joresan.
Pada pertemuan selanjutnya yakni dirumah KH. Imam Syafaat di desa Gandu Mlarak Ponorogo yang dihadiri oleh tokoh-tokoh Nahdliyyin seperti : KH. Imam Syafaat, KH. Maghfur Hasbullah, KH. Mahfudz Hakiem, BA, Kafrawi, H. Farhan Abdul Qodir, K. Qomari Ridwan, K. Imam Mahmudi, Ibnu Mundzir, Bazi Haidar, K. Markum, Ashmu’i Abdul Qodir, Ahmad Hudlori Ibnu Hajar, dan Hirzuddin Hasbullah, berkat ridlo Allah SWT. lahirlah cikal bakal Pondok Pesantren Al-Islam, tepatnya pada tanggal 12 Muharram 1386 H bertepatan dengan tanggal 2 Mei 1966 M. Pada awalnya bernama Madrasah Tsanawiyah “Al-Islam”. Kemudian setelah berjalan selama empat tahun, setelah adanya kelas IV akhirnya namanya ditambah dengan Madrasah Tsanawiyah Aliyah “Al-Islam”, meskipun keberadaan Madrasah Tsanawiyah Aliyah “Al-Islam” diprakarsai oleh para ulama NU, namun Pondok Pesantren Al-Islam tetap berdiri untuk semua golongan. Sampai saat ini dengan seribu tigaratus santri yang datang dari berbagai lapisan masyarakat seluruh Indonesia menepiskan pandangan bahwa Pondok Pesantren “Al-Islam” didirikan hanya untuk warga Nahdliyyin semata.
Akta Notaris Yayasan Islam Al-Islam Richardus Nagkih Sinulingga, SH. Nomor 74 Tanggal 17 September 1982, disempurnakan dengan Akta Perubahan oleh Ny. Kustini Sosrokusumo, SH Nomor 16 Tanggal 26 Januari tahun 1989. Selanjutnya pada awal tahun ajaran baru 2003-2004, madrasah ini berubah identitasnya, dari Madrasah Tsanawiyah Aliyah Al-Islam menjadi Pondok Pesantren Al-Islam. Berangkat dari banyaknya usulan dan permintaan wali santri agar madrasah ini ada asramanya. Selanjutnya keberadaan Pondok Pesantren Al-Islam Joresan Ponorogo semakin dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Hal ini terbukti perolehan santri yang dari waktu ke waktu terus meningkat. Demikian juga perhatian pemerintah terhadap keberadaan pondok pesantren dengan berbagai macam program, baik yang bersifat materiil (dana bantuan) maupun moril (pelatihan/workshop pengembangan).
Letak Geografis
Pondok Pesantren “Al-Islam” Joresan terletak 15 KM dari ibukota Kabupaten Ponorogo, tepatnya di desa Joresan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Meskipun di Kecamatan Mlarak banyak sekali Pondok Pesantren dan lembaga pendidikan, namun keberadaan Ponpes Al-Islam sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat sekitar Kecamatan Mlarak sampai luar daerah bahkan luar Pulau Jawa. Untuk menuju ke lokasi Pondok Pesantren Al-Islam sangatlah mudah, karena dekat dengan jalur transportasi umum.Sistem Pendidikan
Masa studi di Pondok Pesantren Al-Islam adalah selama enam tahun, tiga tahun untuk menyelesaikan studi tingkat Tsanawiah, dan tiga tahun untuk menyelesaikan studi tingkat 'Aiyah namun Pondok Pesantren Al-Islam tetap memberi kesempatan bagi siswa yang telah menyelesaikan pendidikan tingkat Tsanawiyah untuk melanjutkan belajarnya ke lembaga pendidikan lain dengan alasan yang bisa di pertangungjawabkan. Bahkan, Pondok Pesantren Al-Islam juga memberi kesempatan kepada alumni Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) swasta atau negeri untuk menjadi santri di Pondok Pesantren Al-Islam yang terkenal dinamis dan ketat dengan program Fullday School. Santri kelas Fullday ini memiliki masa studi tiga tahun, satu tahun untuk menyelesaikan l program kelas Fullday dan masa dua tahun di sediakan untuk melebur dengan siswa kelas regular, yang terbagi dalam tiga spesialisasi yaitu agama, sains, sosial dan SMK.Kurikulum Pondok Pesantren Al-Islam di rancang secara akomodatif dengan sistem terpadu artinya mata pelajaran yang di berikan adalah merupakan akumulasi dari kurikulum Departemen Agama, dan metode belajar mengajar Pondok Salafiyah dan Pondok Modern, kekhasan kurikulum Pondok Pesantren Al-Islam ini terlihat dengan lahirnya motto "Al-Muhaafadlotu 'Ala-L-Qodiimi-S-sholih Wal Akhdzu Bil-L-Jadidiidiil-Ashlahi". Hal ini bertujuan agar Pondok Pesantren Al-Islam mampu mencetak kader umat Islam yang berkemampuan komprehensif yang siap menjawab tantangan yang berkembang dalam masyarakat.
Organisasi pelajar
OPMI atau singkatan dari
Koordinator Gugus Depan
Adalah Organisasi Siswa yang beraktivitas dalam gerakan kepramukaan. Prestasi telah banyak dihasilkan oleh siswa-siswi dari pondok Pesantren ini dalam bidang kepramukaan pada tingkat ranting, cabang dan juga daerah. Organisasi ini membentuk watak pada santri untuk menjadi pemuda yang terampil, disiplin dan bertanggungjawab.
IKAIAdalah singkatan dari Ikatan Keluarga Alumni Al-Islam yaitu organisasi para alumni santri yang telah lulus pendidikan di Al-Islam Joresan.
2.Pondok Modern Darussalam Gontor
| Pondok Modern Darussalam Gontor | |
|---|---|
| Berkas:90 tahun gontor.jpg | |
| Logo 90 Tahun Gontor (1926–2016) | |
| Didirikan | 20 September 1926 12 Rabiul Awwal 1345 |
| Jenis | Pesantren Modern |
| Moto | Berbudi Tinggi Berbadan Sehat Berpengetahuan Luas Berpikiran Bebas |
| Afiliasi | Islam |
| Kalender akademis | Hijriyah |
| Pimpinan | Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi K.H. Hasan Abdullah Sahal K.H. Syamsul Hadi Abdan |
| Pendiri | K.H. Ahmad Sahal K.H. Zainudin Fananie K.H. Imam Zarkasyi |
| Lokasi | Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia |
| Warna | Merah, Hijau, Putih |
| Julukan | PMDG |
| Mars | " Oh Pondokku" Mars Darussalam |
| Situs web | www.gontor.ac.id |
| Jumlah Santri ± 25.000[1] | |
Pondok Gontor Lama
Berbekal 40 santri yang dibawa dari Pondok Tegalsari, Kyai R.M. Sulaiman Djamaluddin bersama istrinya mendirikan Pondok Gontor Lama di sebuah tempat yang terletak ± 3 kilometer sebelah timur Tegalsari dan 11 kilometer ke arah tenggara dari kota Ponorogo. Pada saat itu, Gontor masih merupakan hutan dan kerap kali dijadikan persembunyian perampok, penjahat, dan penyamun. Kepemimpinan Pondok Gontor Lama berlangsung selama tiga generasi:- Generasi 1: Kyai R.M. Sulaiman Djamaluddin (pendiri Pondok Gontor Lama)
- Generasi 2: Kyai Archam Anom Besari (putra Kyai R.M. Sulaiman)
- Generasi 3: Kyai Santoso Anom Besari (putra Kyai Archam Anom Besari)
Pondok Modern Darussalam Gontor
Pada tanggal 12 Oktober 1958 bertepatan dengan 28 Rabi’ul Awwal 1378, Trimurti mewakafkan PMDG kepada Umat Islam. Sebuah pengorbanan kepemilikan pribadi demi kemaslahatan umat. Pihak penerima amanat diwakili oleh 15 anggota alumni Gontor (IKPM) yang kemudian menjadi Badan Wakaf PMDG.[6]
Badan Wakaf, pimpinan dan lembaga
Badan Wakaf
Berikut adalah susunan anggota Badan Wakaf PMDG Periode 2014–2019:[2] Ketua: K.H. Kafrawi Ridwan, M.A.
Anggota: K.H. Rusydi Bey Fannani, Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, K.H. Hasan Abdullah Sahal, K.H. Akrim Mariyat, K.H. Syamsul Hadi Abdan, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A, K.H. M. Abdul Aziz Asyhuri, K.H. Muhammad Dawam Saleh, Prof. Dr. Aflatun Muchtar, K.H. Abdullah Said Baharmus, Prof. Dr. Din Syamsuddin, Dr. Hidayat Nurwahid, K.H. Masyhudi Subari, dan K.H. Mohammad Masruh bin Ahmad.
Pimpinan
Dalam sidang pertamanya di 1985, sepeninggal Trimurti, Badan Wakaf menetapkan tiga Pimpinan Pondok untuk memimpin Gontor pasca-Trimurti. Ketiganya adalah K.H. Shoiman Luqmanul Hakim, Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, dan K.H. Hasan Abdullah Sahal. Pada tahun 1999, K.H. Shoiman Luqmanul Hakim wafat, maka Badan Wakaf menunjuk K.H. Imam Badri sebagai penggantinya. Pada tahun 2006, K.H. Imam Badri wafat dan kemudian digantikan oleh K.H. Syamsul Hadi Abdan.[8]
Saat ini pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor dijabat oleh:
- Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi (Pimpinan sejak 1985)
- K.H. Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan sejak 1985)
- K.H. Syamsul Hadi Abdan (Pimpinan sejak 2006)
Lembaga-lembaga
Adapun lembaga-lembaga dan atau bagian-bagian yang dibawahi Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor adalah:- KMI (Kulliyatul Mu’allimin/Mu’allimat al-Islamiyah): Lembaga perguruan menengah dengan masa belajar 6 atau 4 tahun, setingkat Tsanawiyah dan Aliyah
- UNIDA (Universitas Darussalam): Lembaga perguruan tinggi pesantren yang mempunyai 7 Fakultas dalam berbagai jenjang S1, S2 dan S3
- Pengasuhan Santri membawahi: Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM), Koordinator Gugusdepan (Pramuka) dan Dewan Mahasiswa (DEMA) UNIDA
- YPPWPM (Yayasan Pemeliharaan & Perluasan Wakaf Pondok Modern): Lembaga penggalian dana, pemeliharaan, perluasan dan pengembangan aset
- IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern): Organisasi resmi alumni Gontor
- PLMPM (Pusat Latihan Manajemen dan Pengembangan Masyarakat): pembinaan masyarakat
- BPPMDG (Bagian Pembangunan Pondok Modern Darussalam Gontor): penangangan pergedungan
- Kopontren (Koperasi Pondok Pesantren) "La Tansa": unit-unit usaha milik Pondok
- BKSM (Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat): unit pelayanan kesehatan santri dan masyarakat
Sintesis dan orientasi
Sintesis dan orientasi Pondok Modern Darussalam Gontor meliputi semua nilai-nilai kepondokkan yang terpadu dan dinamis.[9][10][11]Sintesis
Al-Azhar, salah satu sintesis Gontor
- Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, yang memiliki wakaf yang sangat luas sehingga mampu mengutus para ulama ke seluruh penjuru dunia, dan memberikan beasiswa bagi ribuan pelajar dari berbagai belahan dunia untuk belajar di Universitas tersebut.
- Aligarh, terletak di India yang memiliki perhatian sangat besar terhadap perbaikan sistem pendidikan dan pengajaran.
- Syanggit, di Mauritania, yang dihiasi kedermawanan dan keihlasan para pengasuhnya.
- Santiniketan, di India, dengan segenap kesederhanaan, ketenangan dan kedamaiannya.
Orientasi
Orientasi Pondok Modern Darussalam Gontor adalah membentuk pribadi beriman, bertakwa, dan berakhlak karimah yang dapat mengabdi pada umat dengan penuh keihlasan dan berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat. Maka PMDG mencanangkan bahwa "Pendidikan lebih penting dari Pengajaran". Secara Garis besar arah dan tujuan pendidikan dan pengajaran di Pondok Modern Darussalam Gontor adalah:- Pendidikan Kemasyarakatan
- Kesederhanaan
- Tidak Berpartai
- Menuntut ilmu karena Allah
Jenjang pendidikan
KMI (Kulliyatul Mu'allimin/Mu'allimat Al-Islamiyyah)
- Kulliyatul Mu'allimin Al-Islamiyyah (KMI) adalah Lembaga pendidikan khusus santri putra tingkat menengah, dengan masa belajar 6 atau 4 tahun, setingkat Tsanawiyah dan Aliyah. KMI didirikan pada 19 Desember 1936, setelah Pondok Modern Darussalam Gontor berusia 10 tahun.
- Kulliyatul Mu'allimat Al-Islamiyyah (KMI) adalah Lembaga pendidikan khusus santri putri tingkat menengah, dengan masa belajar 6 atau 4 tahun, setingkat Tsanawiyah dan Aliyah. Pendirian KMI Pondok Gontor Putri merupakan wasiat para Pendiri PMDG. Maka sesuai keputusan Badan Wakaf PMDG, pada tanggal 7 Rabiul Awwal 1411, Pondok Modern Gontor Putri resmi didirikan di Mantingan, Ngawi. Pesantren putri ini berjarak 100 km dari Pondok Modern Gontor. Kurikulum dan program pembelajaran Gontor Putri serupa dengan KMI Gontor, dengan penyesuaian pada muatan lokal dan penekanan pada pembekalan santriwati untuk menjadi wanita shalihah.
Universitas Darussalam
- Fakultas Ushuluddin: Perbandingaķn Agama, Akidah dan Filsafat Islam, Ilmu al-Quran dan Tafsir
- Fakultas Tarbiyah: Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab
- Fakultas Syariah: Perbandingan Madzhab dan Hukum, Hukum Ekonomi Islam
- Fakultas Ekonomi dan Manajemen: Ekonomi Islam, Manajemen Bisnis
- Fakultas Humaniora: Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi
- Fakultas Ilmu Kesehatan: Farmasi, Ilmu Gizi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja
- Fakultas Sains dan Teknologi: Teknik Informatika, Agroteknologi, Teknologi Industri Pertanian
Kurikulum
Materi kependidikan
Keimanan, Keislaman, Akhlak Karimah, Keilmuan, Kewarganegaraan, Kesenian & Keterampilan, Kewirausahaan, Dakwah & Kemasyarakatan, Kepemimpinan, Manajemen, Keguruan, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Pendidikan Kewanitaan (khusus pesantren putri)Program pendidikan
- Intra Kurikuler: Dirasah Arabiyah (Arabic Studies), Dirasah Islamiyah (Islamic Studies), Keguruan, Bahasa Inggris, Ilmu Pasti, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Kewarganegaraan (Keindonesiaan)
- Ko Kurikuler: Ibadah amaliyah sehari-hari, Extensive Learning (belajar tutorial), kajian kitab, pembinaan bahasa asing, pidato/diskusi 3 bahasa, penerbitan, seminar, dll.), Praktik dan Bimbingan (mengajar, etiket/sopan santun, dakwah)
- Ekstra Kurikuler: Latihan dan praktik berorganisasi (leadership, administrasi dan manajemen), latihan dan kursus-kursus (kepramukaan, keterampilan, kesenian, kesehatan, pidato/ diskusi 3 bahasa, olahraga, koperasi dan kewirausahaan, & sadar lingkungan), dinamika kelompok wajib & atau pilihan/minat
Pondok cabang dan pondok alumni
Pondok cabang
Mengingat tingginya minat masyarakat untuk memasukkan anaknya di Gontor dan keterbatasan fasilitas yang tersedia di Kampus Pondok Modern Darussalam Gontor serta untuk memberikan bekal yang lebih baik kepada para calon santri yang ingin masuk di Pondok Modern Darussalam Gontor, akhirnya dibuka cabang-cabang Gontor di beberapa tempat:[2]- Pondok Modern Gontor 2 Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur
- Pondok Modern Gontor 3 "Darul Ma’rifat" Desa Sumbercangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur
- Pondok Modern Gontor 4 (Putri) terdiri dari:
- Pondok Modern Gontor Putri 1 Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
- Pondok Modern Gontor Putri 2 Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
- Pondok Modern Gontor Putri 3 Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
- Pondok Modern Gontor Putri 4 Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
- Pondok Modern Gontor Putri 5 Dusun Bobosan, Desa Kemiri, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur
- Pondok Modern Gontor Putri 6 "Ittahadul Ummah" Kelurahan Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah
- Pondok Modern Gontor Putri 7 Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau
- Pondok Modern Gontor 5 "Darul Muttaqien" Desa Kaligung, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
- Pondok Modern Gontor 6 "Darul Qiyam" Desa Mangunsari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Timur
- Pondok Modern Gontor 7 "Riyadhatul Mujahidin" Desa Pudahoa, Kecamatan Landono, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara
- Pondok Modern Gontor 8 Desa Labuhan Ratu VI, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Lampung
- Pondok Modern Gontor 9 Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung
- Pondok Modern Gontor 10 "Darul Amien" Desa Meunasah Baro, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Aceh
- Pondok Modern Gontor 11 Talago Loweh, Desa Bubuh Limau, Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat
- Pondok Modern Gontor 12 Desa Parit Culum 1, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi
- Pondok Modern Gontor 13 "Ittihadul Ummah" Kelurahan Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah
- Pondok Modern Gontor 14 Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau
Pondok alumni
Pesantren alumni Gontor tersebar di seluruh nusantara dan tergabung dalam Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor. Menurut K.H. Hasan Abdullah Sahal, saat bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres pada 10 Maret 2016, Pesantren Alumni Gontor yang sudah terdata berjumlah 380 pesantren dan masih banyak lagi yang belum terdata.[12] Saat ini FPA Gontor diketuai oleh Dr. K.H. Zulkifli Muha3.PONDOK PESANTREN DARUL FALAH PONOROGO.
Yayasan pondok pesantren Darul Falah beralamatkan di jalan Mangga No.05 , telp. (0352) 752941, sumberejo Sukorejo ponorogo Jawa
Pondok Pesantren Darul Falah didirikan dan di pimpin oleh Drs. KH. MasYhudi Achmad. MM. M.Sc.
Yayasan pondok pesantren Darul Falah itu sendiri mulai didirikan dan dibangun pada tahun 2000 dan mulai mengadakan kegiatan pondok pada tahun berikutnya yaitu tahun 2001, melalui SK Menkumham : AHU- 3280. AH.01.04. Tahun 2013,
Adapun lembaga yang pendidikan yang dinaungi oleh yayasan pondok pesantren darul Falah antara lain :
1. PG
2. TKIT
3. SDIT
4. MTS
5. MA
6. SMK
Yayasan pondok pesantren darul Falah terdiri dari santri Putra dan santri putri di samping pendidikan formal, pendidikan Pondok Pesantren Darul Falah juga mengajarkan pendidikan non formal diantaranya :
* madrasah Diniyah
* PKBM Darul Falah
* TBM Darul Falah
* pendidikan kursus/ pelatihan
* pendidikan life skills
* Majelis taklim
Adapun kegiatan non-formal lainnya yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Darul Falah meliputi Kegiatan kopontren yaitu :
* pertokoan
* kantin
* simpan pinjam
* dapur umum
* konveksi
Yayasan pondok pesantren Darul falah tidak hanya mengajarkan ilmu keagamaan dan ilmu umum kepada santri dan siswa, para santri dan siswa juga diajarkan dan dilatih serta di didik tampil di depan publik melalui program public speaking sehingga nantinya siswa dan santri akan terbiasa berbicara di depan halayak umum dalam rangka menyampaikan dakwah dan pidato kepada masyarakat tentunya.
Dalam pelaksanaannya pihak sekolah dibawah yayasan darul Falah menugaskan guru guru atau pengajar-pengajar yang berkompeten dalam memberikan bimbingan sert arahan bagi siswa/santri,maksud dan tujuan yang diharapkan dari kegiatan bimbingan muhadhoroh ini antara lain:
1.siswa dan Santri memiliki kemampuan berpidato atau berceramah dengan baik dan benar
2.siswa dan santri memiliki kepercayaaan diri saat tampil berbicara didepan khalayak ramai
3.Menanamkan rasa keagamaan kepada siswa/santri
4.Melatih siswa/santri menjalankan ajaran-ajaran Islam
5.Membiasakan Berakhlak mulia
6.Mengajarkan Al Qur'an
Adapun visi tujuan didirikannya Pondok Pesantren Darul Falah Sumberejo Sukorejo Ponorogo adalah karakter muslim yang Paripurna yang bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Sedangkan puisi dari tanya Pondok Pesantren Darul Falah Sumberejo Sukorejo Ponorogo yaitu menggembangkan kegiatan di bidang pendidikan dakwah ekonomi serta sosial kemasyarakatan
Sedangkan tujuan didirikannya Pondok Pesantren darul Falah Sumberejo Sukorejo Ponorogo Ponorogo diantaranya meningkatkan kapasitas pribadi dan pengembangan dakwah serta sosial kemasyarakatan agar terbentuk nya pribadi-pribadi muslim Paripurna yang dapat mewujudkan visi dan misi Luhur serta nilai-nilai keislaman dalam kegiatan pembangunan kemasyarakatan yang dicita-citakan khususnya pendiri Pondok Pesantren Darul Falah Sumberejo dan pada umumnya masyarakat serta santri dan murid yang mondok di Pondok Pesantren Darul Falah ,
Di dalam kurikulum pengajaran Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo juga mengajarkan pembelajaran Alquran melalui metode Ummi, cukup pembelajaran kitab Al Miftah serta Tahfidzul Qur'an,
Pondok Pesantren Darul Falah menerapkan bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari santri di dalam lingkungan pondok.

Komentar
Posting Komentar